Abaikan Perintah Pemerintah Tak Lakukan Lockdown, Mahasiswa STIHMA Berunjukrasa

  • Whatsapp
banner 468x60

Forumberita.com, Kisaran – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Asahan geruduk kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Kisaran. Hal tersebut dilakukan lantaran kampus tidak melakukan lockdown atau meliburkan proses mengajar.

Puluhan mahasiswa meminta agar kampus yang di Ketuai oleh Ratmi Susiani Sagala tersebut agar segera meliburkan proses mengajar dan belajar untuk sementara waktu demi mencegah masuknya Virus Corona di Asahan.

“Kami minta pihak Kampus STIHMA segera melakukan Lockdown, sebagai mana tertulis dalam maklumat Kapolri dan Pemerintah bahwa meninggalkan lokasi keramaian,”ujar Zahir Siregar, Senin (30/03/2020) saat berorasi.

Kekecewaan Puluhan Mahasiswa yang menggelar aksi itu dikarenakan beberapa Kampus terkhusus di Kabupaten Asahan sudah meliburkan proses perkuliahan untuk sementara waktu, sebab dengan liburnya Kuliah merupakan upaya kita dalam memutus rantai penyebaran Virus Corona.

“Bahkan Pemerintah juga menyarankan agar kita melakukan proses belajar dirumah saja,”tegas Ketua IMM Asahan.

Tuntutan yang disampaikannya merupakan keinginan dari beberapa Mahasiswa STIHMK yang takut dengan penyebaran virus Corona jika kuliah masih dilanjutkan akan tetapi hanya beberapa dari Mahasiswa STIHMK yang berani menyampaikan aspirasi mendesak liburkan proses belajar.

“Saya yakin, hampir semua Mahasiswa di STIHMA minta libur karena takut penyebaran Virus Corona, tetapi mereka ada di intervensi dari pihak Kampus sehingga mereka takut menyampaikan aspirasi,”beber Zahir.

Selanjutnya, IMM meminta agar Kapolres Asahan menyikapi Kampus yang menjadi kebanggaan masyarakat Asahan.

Sementara pihak Kampus STIHMK saat ditemui awak media enggan berikan komentar sedikitpun dan malahan mengusir beberapa wartawan yang hendak konfirmasi.

Ditambahkan Kordinator Aksi Khoirul Sukri, bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Kisaran mengabaikan maklumat Kapolri, PP Muhammadiyah dan Pemerintah Pusat.

“Banyak Kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah itu kuliah secara daring (online,red), seperti di UMSU, tapi STIHMK tidak meliburkan, padahal menyangkut nyawa orang banyak,”ucap Sukri penuh kekesalan.

Tak hanya tidak melockdownkan proses mengajar, pihak kampus juga diduga melakukan mengancam mahasiswa yang ikut demo dengan alasan melanggar kode etik sehingga di beri sanksi pencabutan beasiwa bidikmisi dan skorsing selama 1 tahun.

banner 300x250
Spread the love

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *